Program "Hug A Pilot" tersebut diluncurkan BA untuk meningkatkan semangat para kru kabin dengan mendorong mereka untuk lebih berbaur satu sama lain.
Namun program ini rupanya telah dimanfaatkan terlalu jauh oleh pilot dan pramugari tersebut saat pesawat mereka melakukan transit di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kehamilan gadis itu dan kepindahannya ke teknisi kini menjadi pembicaraan di maskapai. Dia kaget mengetahui dirinya hamil, namun dia ingin mempertahankan janinnya," kata sumber di maskapai BA kepada The Sun seperti dilansir Daily Mail, Selasa (6/12/2011).
"Pengumuman "The Hug A Pilot" tidak seharusnya menyebabkan hal ini," cetusnya.
Istri pilot tersebut juga merupakan pegawai BA. Kabarnya wanita itu tetap mendukung suaminya meski terkuaknya skandal seks ini.
Awalnya, pilot yang tidak disebutkan namanya itu sempat menolak bertanggung jawab saat mengetahui kehamilan pramugari tersebut. Namun kemudian pria itu mengakuinya dan bersedia membiayai kehidupan wanita itu dan bayinya kelak.
(ita/vit)











































