Seperti diberitakan oleh AFP, Selasa (6/12/2011), Pemantau HAM untuk Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan, seorang aktivis melaporkan telah melihat 34 mayat warga sipil di lapangan di pusat kota Homs.
Menurut Pemantau HAM ini, para warga sipil ini telah menjadi target penumpasan selama hampir sembilan bulan demonstrasi antirezim. Tidak hanya itu, pegiat HAM juga melaporkan milisi yang disebut sebagai 'shabiha' telah menculik sopir bus dan 13 penumpangnya di provinsi Homs.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di berbagai kota dan provinsi di Suriah juga dilaporkan, tujuh orang dilaporkan tewas oleh pihak keamanan Suriah. Pemantau HAM pun menyebut, 63 warga sipil tewas dalam seminggu terakhir dan setengah di antaranya berasal dari Homs. Di Provinisi Deraa, empat orang pasukan pemerintah tewas, termasuk seorang perwira.
Pada Senin kemarin, pemerintah Suriah akhirnya memutuskan untuk mengizinkan para peninjau Liga Arab masuk ke negara tersebut. Sikap ini sangat berbeda dengan sikap Suriah sebelumnya yang sempat menolak para peninjau bahkan mengabaikan ultimatum Liga Arab.
"Pemerintah Suriah menyambut positif penandatanganan protokol (dengan Liga Arab)," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Jihad Makdesi.
Sedangkan soal masuknya para peninjau Liga Arab untuk memonitor kondisi Suriah, Makdisi mengatakan, pihaknya juga menyambut positif mengingat hal tersebut merupakan bagian dari ultimatum Liga Arab. Seperti diketahui, isi ultimatum Liga Arab lainnya adalah penghentian kekerasan terhadap para pendemo di Suriah.
Makdisi mengatakan, Menteri Luar Negeri Walid Muallem telah mengirimkan memo langsung kepada Liga Arab terkait hal ini, pada Minggu (4/12) malam waktu setempat. Selama ini, Suriah selalu menolak untuk menandatangani protokol Liga Arab dengan alasan isi protokol tersebut cenderung melemahkan kedaulatan Suriah.
(fiq/ita)










































