Seperti diberitakan AFP, Selasa (6/12/20110, dalam rekaman video tanggal 29 Oktober lalu, Libi menyanjung para pemberontak dalam perannya meruntuhkan rezim Muammar Khadafi.
"Meninggalkan senjata yang menjadi salah satu alasan kebebasan kalian dari perbudakan mematikan yang berlangsung lebih dari empat dekade di mana Khadafi menyiksa kalian dengan keji, berarti kembali ke perbudakan dalam jubah baru dan menyerah ke tiran arogan, domestik atau asing, yang akan merampas keinginan kalian dan mengendalikan kebebasan kalian," kata Libi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa Amerika dan saudara-saudaranya dari negara Barat berusaha untuk mencegah dan menghambat orang-orang kita dari hak ini, yang telah dijamin oleh agama Islam kita sebelum Amerika dan hukum-hukumnya ada?" cetus Libi.
Dalam rekaman video itu, Libi yang tidak diketahui keberadaannya, terlihat mengenakan jubah putih dan sorban hitam dengan latar belakang merah. Dia pun mendesak warga Libya untuk menggunakan senjata mereka untuk membela agama, kehidupan, kehormatan, dan uang di bawah hukum syariah.
Sebelumnya, pemimpin Libya Abdel Jalil Mustafa mengatakan, hukum syariah akan menjadi hukum utama Libya. Pernyataan itu memicu kecaman internasional di tengah kekhawatiran bahwa pergolakan di Arab bisa kian memicu para militan yang intoleran dan penuh dengan kekerasan.
(fiq/ita)











































