Seperti diberitakan al-Jazeera, Selasa (6/12/20110), ribuan demonstran berkumpul di pusat Kota Taiz, sekitar 200 km sebelah Selatan ibukota Sanaa untuk memprotes serangan terhadap demonstran.
Menurut seorang dokter setempat, setidaknya delapan orang terluka dalam demonstrasi anti-Saleh setelah pria bersenjata terlihat menembak dari sebuah atap. Para korban tersebut termasuk seorang wanita yang meninggal di rumah sakit setelah terkena tembakan di bagian dadanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut seorang saksi, tentara anti-Saleh dan juga anggota Garda Republik yang dipimpin Saleh bin Ahmed, mengangkat senapan jenis Kalashnikov di berbagai jalan di Taiz. Tank dan kendaraan tempur lainnya milik pasukan oposisi meninggalkan beberapa daerah di Taiz, tapi para sniper atau penembak jitu dan pria bersenjata menembaki para demonstran.
"Kedua belah pihak melanggar perjanjian gencatan senjata. Kami berbaris damai dan mereka (pasukan Saleh) menembaki kami," kata mahasiswa kedokteran Hamoud al-Aklamy.
Di bagian Selatan negara itu, pasukan pemerintah terlibat baku tembak dengan para pejuang Islam di Zinjibar dan menewaskan empat orang dari mereka. Para pejuang Islam telah merebut tiga kota di Yaman selatan sejak Maret lalu, termasuk Zinjibar, ibukota provinsi Abyan.
(fiq/ita)











































