Demikian seperti disampaikan oleh pejabat otoritas setempat dan dilansir oleh AFP, Senin (5/12/2011).
Awalnya, pria ini menculik 5 orang anak dari sebuah taman bermain di Distrik Shenqiu, Provinsi Henan, China pada akhir pekan kemarin. Kemudian dia menyekap mereka di sebuah gudang. Pada Sabtu (3/12) sore, dia pun menusuk 4 anak hingga tewas. Sedangkan seorang anak masih bertahan hidup meskipun terluka parah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tersangka merupakan seorang pemuda yang berasal dari Anhui (China bagian timur) dan dia tinggal bersama ibunya di Shenqiu," ujar salah seorang pejabat kepolisian yang enggan disebut namanya.
Sedangkan juru bicara otoritas Shenqiu menuturkan, si pemuda tersebut merupakan pengangguran. Alasan mengapa dia tega menghabisi nyawa 4 orang anak tersebut, masih didalami polisi hingga kini.
"Mengapa dia melakukannya, saya tidak bisa mengatakan apa-apa karena polisi masih menyelidikinya," tuturnya.
Sementara itu, Pusat Informasi Hak Asasi Manusia dan Demokrasi sempat mengungkapkan motif pelaku yang cukup mengejutkan. Menurut mereka, si pelaku merupakan mantan anggota Kepolisian dari distrik Shenqiu dan telah dipecat. Dia pun melakukan aksi ini untuk membalas dendam kepada masyarakat. Atas hal ini, pihak Kepolisian telah membantahnya.
Kasus ini masih menjadi bagian dari tindak kekerasan terhadap anak-anak yang marak terjadi di China sejak 2 tahun terakhir. Biasanya para pelaku memiliki masalah mental atau psikologi. Atau juga disebabkan oleh perubahan sosial yang terlampau cepat akibat ledakan ekonomi di negeri Tirai Bambu ini.
Pada September lalu, seorang petani dengan masalah kesehatan mental tega membunuh 6 orang, yang 2 di antaranya anak-anak. Dia menghabisi nyawa 6 orang tersebut dengan kapak di dekat sebuah Taman Kanak-kanak di Henan. Terhadap kondisi ini, pemerintah China pun diminta untuk meningkatkan keamanan di sekitar sekolah dan melakukan investigasi secara menyeluruh hingga tuntas terhadap setiap kasusnya.
(nvc/ita)











































