Usaha penjinakkan bom pun dilakukan dan berimbas pada evakuasi 45 ribu penduduk Kota Koblenz ke lokasi aman.
Seperti diberitakan Daily Mail, Senin (5/12/2011), bom ini berhasil ditemukan saat air Sungai Rhine surut. Saat ditemukan pada Minggu (4/12) waktu setempat, air Sungai Rhine hanya setinggi 40 cm saja sehingga terlihatlah bom raksasa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terdapat sebuah detonator Inggris yang telah dikelilingi oleh air dalam waktu yang lama dan bahan peledak dalam detonator ini akan bereaksi jika terkena air, sehingga berisiko tinggi jika detonator ini dipindahkan," jelas Marco.
Saat usaha penjinakkan bom dilakukan, sebanyak 45 ribu orang yang berada di jarak 1,7 kilometer dari lokasi bom terpaksa dievakuasi. Tidak hanya para penduduk saja, namun juga penghuni rumah sakit dan para tahanan yang ada di Kota Koblenz juga ikut dievakuasi ke tempat aman. Para pasien rumah sakit pun harus dievakuasi dengan kursi roda maupun tandu. Hal ini cukup menyulitkan para petugas kepolisian yang bertugas.
Imbasnya, jalanan Kota Koblenz pun menjadi sepi bak kota mati. Pusat perbelanjaan bahkan penjara terlihat benar-benar sepi. Sejumlah jalanan di pusat kota disegel dengan garis polisi. Gedung-gedung pusat olahraga yang ada pun dialihfungsikan menjadi tempat pengungsian sementara bagi warga.
Syukurlah, usaha penjinakkan bom ini membuahkan hasil. Bom raksasa itu pun berhasil dijinakkan. Semua warga dan aparat pun bisa bernapas lega.
Menurut catatan sejarah, bom seberat 1,8 ton ini merupakan salah satu bom yang dijatuhkan militer Inggris saat berusaha membalas serangan Nazi pada Perang Dunia II silam. Saat itu, bom-bom lainnya telah menewaskan 500 ribu jiwa. Kota Koblenz yang terletak di bagian barat Jerman atau tepatnya berada di pertemuan sungai Rhine dan Mosel, merupakan target serangan Inggris pada tahun 1944 dan 1945. Akibat serangan ini, sebagian besar wilayah kota ini hancur.
(nvc/ita)










































