Seperti diberitakan oleh AFP, Minggu (4/12/2011), setelah pertemuan di Doha, Qatar, Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim al-Thani mengumumkan batas waktu baru bagi Suriah untuk dapat menghindari sanksi atas tindakan kerasnya terhadap para demonstran selama delapan bulan.
Pada pertemuan itu, forum menteri Liga Arab mengeluarkan daftar 19 pejabat Suriah yang dilarang
melakukan perjalanan ke negara-negara Arab, serta membekukan aset-aset pejabat Suriah tersebut di negara Arab lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga perusahaan minyak tersebut telah dimasukan ke dalam Jurnal Resmi Uni Eropa, yang berarti keputusan tersebut telah bulat dilakukan oleh para menteri luar negeri negara-negara kawasan Uni Eropa. Mereka adalah General Petroleum Corporation (GPC), Syria Trading Oil (Sytrol), dan Al Furat Petroleum Company.
(fiq/nwk)











































