Dalam sebuah konferensi pers di akhir kunjungannya ke Myanmar, Hillary menuturkan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan AS terhadap Myanmar. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu keuangan mikro, layanan kesehatan masyarakat, dan juga untuk membantu korban-korban perang di negar yang sebelumnya dikenal sebagai Burma.
"Kami akan melakukan langkah yang menunjukkan komitmen kami bagi masyarakat di negara ini. Kami siap melangkah lebih jauh jika reformasi mampu menjaga momentum," terang Hillary seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (2/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang pejabat senior AS yang mendampingi Hillary mengungkapkan, dana bantuan sebesar US$ 1 juta akan digunakan untuk keperluan awal reformasi dan sisanya sebesar US$ 200 ribu akan diberikan kepada korban ranjau darat dan korban konflik internal lainnya.
(nvc/gah)











































