Kian Dekat, Legalisasi Pernikahan Sejenis di Australia

Kian Dekat, Legalisasi Pernikahan Sejenis di Australia

- detikNews
Sabtu, 03 Des 2011 10:55 WIB
Kian Dekat, Legalisasi Pernikahan Sejenis di Australia
Sydney - Pasangan sejenis di Australia tak lama lagi bisa bernapas lega. Sebab, Partai Buruh yang berkuasa di Australia saat ini berbalik sikap dengan mendukung dilegalkannya pernikahan sejenis dalam undang-undang.

Padahal sebelumnya partai konservatif tertua di Australia ini terang-terangan menentang pernikahan sejenis. Perubahan sikap Partai Buruh ini terjadi dalam kongres nasional mereka yang digelar di Sydney baru-baru ini. Dimana mayoritas anggota parlemen dari Partai Buruh sepakat untuk mengubah platform partai terhadap pernikahan pasangan sejenis.

Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (3/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan sikap tersebut ditentukan melalui voting. Perdana Menteri Australia, Julia Gillard yang juga merupakan Ketua Partai Buruh meminta anggotanya untuk memilih sesuai dengan hati nurani masing-masing. Hasilnya, sebanyak 208 anggota menyatakan setuju dan 184 anggota lainnya tak setuju.

Gillard yang sebenarnya tak mendukung pernikahan sejenis ini, menyebut voting berdasar hati nurani merupakan 'keputusan yang paling tepat'. Gillard juga meminta para anggota parlemen dari Partai Buruh untuk melakukan hal serupa ketika RUU soal pernikahan sejenis dibahas di parlemen pekan depan. Setiap anggota parlemen dibiarkan memilih sesuai hati nurani masing-masing apakah mereka mendukung pernikahan sejenis atau tidak.

"Saya ingin memiliki suara hati nurani dan kami akan memilikinya," ujarnya.

Pernikahan diamanatkan oleh undang-undang federal di Australia dan sesuai Undang-undang Pernikahan, sebuah pernikahan terjadi antara seorang laki-laki dengan perempuan. Namun demikian, pasangan sesama jenis memiliki hak yang sama dengan pasangan heteroseksual di sejumlah hal, seperti pensiun dan tunjangan kesehatan.

Gillard sendiri sudah sejak lama hanya meyakini bahwa pernikahan terjadi antara laki-laki dengan perempuan. Sebelumnya bahkan dia menyatakan, pemerintahannya tidak akan melakukan amandemen terhadap UU Pernikahan. Tapi, isu ini berulang kali muncul pada masa pemilu 2010 dan sejumlah anggota Partai Buruh pun mendorong partai mengubah platform-nya soal pernikahan sejenis.

(nvc/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini