Hah?! Pakistan Beri Izin Serangan NATO yang Tewaskan 24 Tentara

Hah?! Pakistan Beri Izin Serangan NATO yang Tewaskan 24 Tentara

- detikNews
Jumat, 02 Des 2011 14:25 WIB
 Hah?! Pakistan Beri Izin Serangan NATO yang Tewaskan 24 Tentara
Washington - Pemerintah Pakistan mengutuk serangan udara NATO yang menewaskan 24 tentara negeri itu. Namun siapa yang memberikan izin pasukan NATO untuk menembaki 24 tentara Pakistan pada 26 November 2011 lalu? Ternyata instruksi penembakan itu berasal dari pejabat Pakistan sendiri.

Menurut seorang pejabat AS seperti diberitakan The Wall Sreet Journal, Jumat (2/12/2011), pasukan komando NATO yang saat itu mengejar milisi gerilyawan Taliban ditembaki dari sebuah kamp perkemahan di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Pasukan komando NATO mengira mereka tengah ditembaki oleh para militan. Namun ternyata mereka ditembaki oleh personel militer Pakistan yang mendirikan perkemahan sementara di daerah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pejabat AS yang enggan disebutkan namanya itu menerangkan, karena ditembaki, pasukan komando kemudian meminta serangan udara ke perkemahan tersebut. Mereka juga meminta tim pasukan NATO untuk menghubungi pusat kontrol di perbatasan untuk menanyakan apakah ada tentara Pakistan di wilayah tersebut.

Saat menghubungi pusat komando perbatasan, perwakilan Pakistan mengatakan bahwa tidak ada tentara Pakistan di daerah tersebut. Otoritas Pakistan pun mengizinkan untuk melakukan serangan udara. Pos komando perbatasan tersebut diisi oleh perwakilan dari AS, Afghanistan dan Pakistan.

"Ada banyak kesalahan yang dibuat," ujar pejabat tersebut.

Dalam insiden yang terjadi 26 November lalu tersebut, pasukan AS dan Afghanistan melancarkan operasi untuk menyerang gerilyawan Taliban di dekat perbatasan Pakistan-Afganistan tanpa memberitahu pusat komando terlebih dahulu. Pihak AS sengaja tidak memberitahu operasi ini kepada Pakistan karena takut operasi tersebut bocor.

Washington menyebutnya sebagai kecelakaan tragis dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam, serta menjanjikan penyelidikan penuh atas insiden ini. Rencananya, pihak penyidik ​​militer AS akan menyelesaikan laporan resmi tentang insiden tersebut pada 23 Desember 2011 mendatang.


(fiq/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini