Seperti diberitakan oleh Reuters, Jumat (2/12/2011), partai-partai Islam berhasil unggul dalam jajak pendapat di wilayah Arab dan hal ini memperkuat tren seperti yang terjadi di Afrika Utara. Partai Islam moderat menang di negara Maroko dan Tunisia setelah memenangkan pemilu dua bulan lalu.
Dalam pemilu ini, rakyat Mesir bebas memberikan suaranya untuk kali pertama setelah militer menggulingkan raja pada tahun 1952. "Kami telah mencoba semua orang, mengapa tidak mencoba syariah (hukum Islam) sekali?" tanya seorang warga, Ramadhan Abdel Fattah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pemerintah Amerika Serikat dan Eropa telah mendesak dewan militer Mesir untuk segera menyingkir agar dapat memberikan jalan bagi pemerintahan sipil. Akan tetapi mereka juga khawatir aturan Islam di Mesir mungkin akan mengikis kebebasan sosial dan mengancam perdamaian seperti pada perjanjian tahun 1979 antara Kairo dan Israel.
(fiq/ita)











































