Seperti diberitakan AFP, Kamis (1/12/2011), menurut kesaksian ayah Mumtaz, Sultan Mohammad, anak gadisnya itu terluka parah setelah sekelompok orang bersenjata masuk ke rumahnya di kota Kunduz pada Minggu (27/11) kemarin.
Ibu dan empat saudara perempuan Mumtaz juga menderita luka bakar ringan dalam serangan itu karena kecipratan air keras yang diarahkan ke Mumtaz.
Akibat serangan itu, Mumtaz mengalami luka parah pada wajahnya. Gadis itu hampir tak bisa berbicara. Saat ini dia masih dirawat di rumah sakit.
Dikatakan Muhammad, dirinya menuduh mantan komandan milisi yang melakukan hal tersebut setelah lamarannya ditolak oleh keluarganya.
"Seorang pria melamar dia (Mumtaz) dan kami menolaknya karena putri kami telah bertunangan dengan orang lain. Saya menduga orang itu mungkin berada di balik ini," kata Muhammad.
Para penyerang bertopeng itu melarikan diri dari TKP sebelum polisi tiba. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Afghanistan Bismullah Mohammadi secara pribadi memerintahkan polisi untuk menyelidiki kejadian tersebut.
(fiq/ita)











































