"Kami tak ada niat untuk bertindak saat ini... Kita tidak boleh terlibat dalam perang di saat itu tidak diperlukan, namun mungkin akan tiba waktunya atau yang lainnya saat kita dipaksa untuk menghadapi ujian," kata Barak.
"Posisi kami belum berubah mengenai tiga poin: nuklir Iran tak bisa diterima, kami bertekad untuk menghentikan itu dan bahwa semua opsi tetap terbuka," tegas Barak seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (1/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun mengimbuhkan bahwa roket-roket yang ditembakkan ke Israel oleh Irak selama Perang Teluk 1991 tidak menewaskan satu pun warga Israel.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan perbedaan antara AS dan Israel soal taktik untuk menghentikan pengembangan nuklir Iran, Barak menekankan bahwa negeri Yahudi itu pada akhirnya akan mengambil keputusan yang dianggap terbaik.
"Harus dipahami bahwa Israel itu berdaulat. Pemerintah, militer dan badan-badan keamanan adalah satu-satunya yang bertanggung jawab atas keamanan dan eksistensi Israel," tegas Barak.
(ita/vit)











































