Pengadilan Filipina Perintahkan Arroyo Dipindah dari RS Mewah

Pengadilan Filipina Perintahkan Arroyo Dipindah dari RS Mewah

- detikNews
Kamis, 01 Des 2011 12:55 WIB
Pengadilan Filipina Perintahkan Arroyo Dipindah dari RS Mewah
Manila - Pengadilan Filipina menunjukkan sikap tegas terhadap mantan presiden Gloria Arroyo yang tengah dirawat di sebuah rumah sakit mewah di Manila. Pengadilan hari ini memerintahkan agar Arroyo dipindahkan dari RS eksklusif itu ke fasilitas medis milik militer sembari menunggu persidangan atas kasus kecurangan pemilu yang didakwakan padanya.

Menurut Hakim di Pengadilan Regional Kota Pasay, prosedur medis yang dibutuhkan oleh Arroyo bisa dilakukan di rumah sakit militer tersebut, Veterans Memorial Medical Center.

"Lima hari sejak hari ini... mantan Presiden Arroyo akan dipindahkan ke Veterans Memorial Medical Center," kata petugas pengadilan, Joel Pelican seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (1/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Pelican, RS militer di Manila utara tersebut merupakan fasilitas yang dijaga ketat sehingga keselamatan Arroyo akan terjamin. Para dokter pemerintah yang berkompeten juga dipastikan akan menangani Arroyo yang menderita penyakit tulang langka.

Atas perintah pengadilan ini, juru bicara Arroyo, Elena Horn mengatakan, pihaknya akan mematuhi putusan tersebut. "Kami akan mematuhi dan menghormati putusan pengadilan," ujar Horn. Namun ditandaskannya, Arroyo akan terus menggunakan semua opsi hukum yang terbuka untuknya.

Arroyo yang pernah memimpin negeri itu selama hampir satu dekade, selama ini dirawat di sebuah rumah sakit swasta dengan biaya US$ 1.100 per hari. Bulan lalu, pengadilan mengeluarkan perintah penangkapan wanita berumur 64 tahun itu atas dakwaan kecurangan saat pemilihan senat pada 2007.

Jika terbukti bersalah atas dakwaan itu, Arroyo bisa diancam hukuman penjara seumur hidup. Presiden Filipina Benigno Aquino yang menggantikan Arroyo bahkan telah bertekad akan mengadili Arroyo atas dakwaan korupsi yang diduga dilakukannya semasa memerintah dulu.


(ita/vit)


Berita Terkait