Seperti diberitakan oleh Reuters, Kamis (1/12/2011), konflik dimulai pada musim semi lalu ketika massa anti-pemerintah melakukan aksi damai, dan tampaknya sekarang mulai bergeser kepada perang sipil. Pasukan pemberontak mulai mengangkat senjatanya untuk menyerang pasukan loyalis Assad.
Organisasi Islam juga meminta pemerintah Suriah untuk segera menghentikan penggunaan kekuatan yang berlebihan terhadap warga negaranya untuk menghindari ancaman intervensi asing. Sementara itu, Pusat Pemantauan HAM di Suriah mengatakan, sebuah bentrokan pecah di Selatan Kota Dael.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, di Utara Suriah, enam warga sipil ditembak mati ketika pasukan keamanan membubarkan sebuah demonstrasi anti-pemerintah di kota Idlib.
"Mereka tidak menghalau demonstran di Idlib selama berminggu-minggu. Hari ini mereka menembaki kerumunan di mana ribuan orang berbaris dari bundaran Alun-Alun Mohafaza utama," kata seorang aktivis, Fares.
Pemerintah Turki, lewat Menteri Luar Negeri Ahmet Davutoglu menjelaskan, pihaknya akan menghalau pengiriman semua senjata dan perlengkapan militer ke Suriah. Hubungan dengan bank sentral Suriah juga telah ditangguhkan.
"Sampai ada pemerintah yang sah yang damai dengan orang yang bisa bertanggunng jawab di Suriah, Kerjasama Strategis tingkat tinggi telah ditangguhkan," kata Davutoglu.
(fiq/lia)











































