Produser acara ini akan bekerja sama dengan dua saluran televisi milik Afghanistan dan lembaga pendidikan yang menghasilkan tayangan boneka Sesame Street. Proses produksi akan dimulai pada hari Kamis waktu setempat dengan fitur rekaman kehidupan di Afghanistan dan Muppets yang merupakan versi asli Amerika Serikat.
Serial ini sengaja dibuat untuk mendorong kecintaan belajar anak-anak Afghanistan di usia mereka yang masih muda. Sekitar 45 persen penduduk berusia di bawah 15 tahun dan mereka berjuang keras untuk mendapatkan pendidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tayangan Sesame Street merupakan program televisi anak-anak yang paling berpengaruh di dunia. Ini adalah program pertama yang sangat efektif dengan menggunakan televisi sebagai sarana pendidikan," katanya.
Serial ini didanai oleh Kedutaan AS yang ada di Kabul. Di Afghanistan sendiri tayangan serial boneka monster ini disebut dengan 'Baghch-e-Simsim'.
"Sesame Street tidak hanya untuk anak-anak. Para guru akan menemukan bahwa karakter yang ada di serial Sesame Street itu bisa membantu anak-anak untuk mulai mengenyam pendidikan dengan baik. Anak-anak yang menonton serial Sesame Sreet ini diharapkan mulai mengenal huruf dan tahu cara menghitung," ujar Dubes AS untuk Afghanistan, Ryan Crocker.
Sama dengan bidang-bidang lainnya, lembaga pendidikan di Afghanistan juga dalam kondisi yang memprihatinkan. Selain karena anggaran yang minim, infrastruktur di dunia pendidikan banyak hancur akibat perang yang tidak berkesudahan.
Crocker juga sempat bercerita ketika ia pertama kali datang ke Afghanistan pada tahun 2001, anak-anak yang mengeyam dunia pendidikan hanya 900 ribu anak. Ia bersyukur kini jumlah itu sudah meningkat menjadi 8 juta anak yang bersekolah.
Saat briefing itu juga sempat ditampilkan sebuah potongan singkat tayangan serial boneka Sesame Street itu. Salah satu adegan yang ditampilkan adalah carita seorang gadis kecil Afghanistan berusia 6 tahun dan teman-temannya saat hari pertamanya bersekolah. Tak lama muncul karakter Elmo, monster berbulu merah yang secara tidak sengaja melihat seorang anak berwajah sedih.
"Anak-anak akan belajar tentang keragaman yang besar di negeri ini," kata Wakil Presiden untuk Pendidikan Internasional Charlotte Cole, di acara Sesame Workshop. Sesame workshop merupakan organisasi nirlaba yang pertama kali merancang serial ini. Serial boneka Sesame Street pertama kali diputar di Amerika pada tahun 1969 dan sekarang diputar lebih di 100 negara.
"Ini kesempatan untuk melihat citra positif anak-anak seperti yang ditampilkan di televisi (tayangan serial)," jelasnya
(lia/rdf)










































