Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Ahmet Davutoglu pada konferensi pers di Ankara, Turki seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (30/11/2011).
Dikatakan Davutoglu, Turki yang dulu pernah menjadi sekutu dekat Suriah itu, juga akan memblokir pengiriman semua senjata dan peralatan militer ke Damaskus, Suriah. Hal itu sebagai bagian dari upaya Turki untuk mendesak Assad menghentikan kekerasan terhadap para demonstran yang terus menuntut pengunduran dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditegaskan Davutoglu, perjanjian kerja sama dengan Suriah (High Level of Strategic Cooperation) akan dihentikan sementara sampai ada pemerintahan baru di Suriah.
"Sampai pemerintahan sah yang berdamai dengan rakyatnya memimpin di Suriah, maka mekanisme High Level of Strategic Cooperation telah dihentikan," tutur Davutoglu seraya menambahkan bahwa pemerintahan Assad "telah tiba di penghujung jalan."
Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan bahwa lebih dari 3.500 orang telah tewas di Suriah sejak aksi demonstrasi antipemerintah terjadi pada Maret lalu. Sebagian besar korban adalah warga sipil yang tewas di tangan pasukan keamanan Suriah.
(ita/vit)










































