Dikatakan Larijani di depan parlemen Iran, pemerintah Inggris-lah yang seharusnya disalahkan atas memuncaknya kemarahan warga Iran.
"Langkah gegabah di Dewan Keamanan dalam mengecam gerakan mahasiswa tersebut, dimaksudkan untuk menutup-nutupi kejahatan Inggris dan Amerika di masa lalu," cetus Larijani seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (30/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Larijani bahkan mengatakan, Inggris dan AS berupaya mengeksploitir aksi penyerangan Kedubes tersebut.
Sebelumnya, 15 negara anggota DK PBB mengeluarkan pernyataan yang mengecam sekeras-sekerasnya serangan terhadap Kedubes Inggris di Teheran.
(ita/vit)










































