Seperti diberitakan oleh Press TV, Rabu (30/11/20110, serangan yang dilancarkan pesawat tak berawak AS itu juga menyebabkan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka. Serangan ke kamp pelatihan al-Shabab ini terjadi di wilayah Badade, Somalia.
Pihak Washington mengklaim serangan udara itu menargetkan para militan. Namun sebagian besar korban serangan pesawat tanpa awak itu justru warga sipil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Somalia merupakan negara keenam, di mana AS menggunakan pesawat tempur tanpa awaknya untuk melancarkan serangan rudal. AS juga menggunakan pesawat-pesawat jenis ini di Afghanistan, Pakistan, Libya, Irak, dan Yaman.
Somalia tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi normal sejak 1991, ketika panglima perang menggulingkan mantan diktator Mohamed Siad Barre.
(fiq/ita)











































