Kondisi Membaik Usai Keracunan, PM Yingluck Akan Tinggalkan RS

Kondisi Membaik Usai Keracunan, PM Yingluck Akan Tinggalkan RS

- detikNews
Rabu, 30 Nov 2011 12:39 WIB
Kondisi Membaik Usai Keracunan, PM Yingluck Akan Tinggalkan RS
Bangkok - Setelah sempat dirawat akibat keracunan makanan, Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra akan meninggalkan rumah sakit hari ini. Aktivitas pertama yang akan dijalani Yingluck setelah keluar dari rumah sakit adalah melakukan kunjungan kenegaraan ke Vietnam.

Hal itu disampaikan juru bicara pemerintah Thailand, Titima Chaisang dan dilansir kantor berita AFP, Rabu (30/11/2011). Chaisang menuturkan, kondisi Yingluck berangsur-angsur membaik setelah sehari semalam menjalani perawatan di RS Praram 9 di Bangkok, Thailand.

Menurutnya, Yingluck akan meninggalkan rumah sakit pada siang hari dan langsung menuju bandara untuk terbang ke Vietnam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia akan bertemu dengan mitranya di Vietnam dan menggelar pembicaraan bilateral. Kemungkinan dia tidak akan mengikuti jamuan makan malam di sana," terang Chaisang.

Dia menambahkan, pertemuan tersebut akan membahas masalah perdagangan, investasi dan pariwisata, termasuk proposal soal visa tunggal bagi turis-turis dari kawasan Asia Tenggara. Dalam kunjungan tersebut, Yingluck akan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Thailand, Surapong Tovichakchaikul.

Sebelunya, Yingluck dilarikan ke rumah sakit pada Selasa (29/11) pagi akibat menderita diare, kelelahan, nyeri perut, dan mual. Di rumah sakit, Yingluck mendapat perawatan khusus dan diberi oral dehydration salts untuk mengganti cairan tubuhnya yang hilang akibat diare.

Wanita berusia 44 tahun yang merupakan adik kandung eks PM Thaksin Shinawatra ini merupakan politisi pemula sebelum akhirnya menjabat Perdana Menteri pada Agustus lalu. Baru beberapa bulan menjabat, Yingluck pun menghadapi tantangan besar, yakni banjir Thailand yang disebut-sebut sebagai banjir terburuk dalam 50 tahun terakhir.

Pemerintahannya dibanjiri kritikan banyak pihak karena dianggap lamban mengambil tindakan penanganan banjir. Dia juga dituding memberikan instruksi yang membingungkan publik hingga berujung pada tewasnya 600 orang lebih. Puncaknya, saat ibu satu anak ini menggelar konferensi di depan banyak wartawan sambil berlinang air mata. Yingluck menyebut musibah banjir ini sebagai krisis luar biasa bagi Thailand.

Lawan-lawan politik Yingluck pun berusaha mati-matian menggunakan kesempatan tersebut untuk merusak popularitasnya. Banjir ini memang berimbas hebat pada perekonomian dan sektor pariwisata Thailand yang vital.

Namun kini, Yingluck menegaskan bahwa ibukota Bangkok telah bebas dari banjir. Meskipun banjir ini menimbulkan kerusakan parah di utara Bangkok dan wilayah pinggiran utara Thailand, situasi kini lebih terkendali.

Kakak Yingluck, Thaksin Sinawatra (62) merupakan figur kuat di Thailand telah lengser dari jabatannya pada kudeta militer pada 2006 lalu. Kini Thaksin mengasingkan diri di luar negeri demi menghindari vonis penjara 2 tahun atas tuduhan korupsi. Namun, lagi-lagi pemerintahan Yingluck menghadapi kritikan luar biasa dari banyak pihak terkait rencana amnesti dari kerajaan yang memungkinkan Thaksin untuk kembali ke Thailand tanpa harus menjalani hukumannya.

(nvc/ita)


Berita Terkait