Istri mantan presiden AS Bill Clinton itu juga mendesak pemerintah Iran untuk melindungi misi diplomatik Inggris.
"AS mengecam serangan ini sekeras-kerasnya. Ini penghinaan bukan cuma untuk rakyat Inggris namun juga komunitas internasional," cetus Hillary saat konferensi pers di Korea Selatan (Korsel) seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (30/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Presiden AS Barack Obama juga mengomentari penyerbuan yang dilakukan para demonstran Iran ke gedung Kedubes Inggris di Teheran. Obama juga menyerukan pemerintah Iran untuk segera merespons dengan menangkap para pelaku penyerangan.
"Kami berharap untuk melihat sejumlah tindakan tegas dalam waktu secepatnya," cetus Obama.
Pada Selasa, 29 November waktu setempat, para pengunjuk rasa menyerbu gedung Kedubes Inggris di Teheran untuk memprotes sanksi-sanksi baru yang diterapkan pemerintah Inggris atas Iran. Dalam aksinya, massa membakar sebuah mobil dan bendera Inggris. Massa juga memecahkan kaca-kaca jendela gedung.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara Iran dan negara-negara Barat. Pekan lalu, pemerintah Barat termasuk Inggris menjatuhkan sanksi-sanksi baru atas Iran terkait program nuklirnya.
(ita/vit)










































