Seperti diberitakan oleh Press TV, Rabu (30/11/2011), salah satu kantor berita lokal di Mesir mempublikasikan sebuah dokumen yang menyebutkan 7,5 ton gas air mata telah tiba di daerah Suez.
Kedatangan gas air mata ini menciptakan keretakan di antara para pejabat Mesir. Beberapa pejabat pelabuhan menolak untuk menandatangani dokumen penerimaan barang. Alasannya, mereka khawatir gas air mata tersebut akan digunakan untuk melawan demonstran di Mesir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu, ribuan tabung gas air mata ditembakkan oleh aparat polisi ke para demonstran Mesir di Kairo. Pihak militer melakukan tindakan keras terhadap demonstran yang menuntut Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) menyerahkan kekuasaan kepada otoritas sipil.
(fiq/ita)











































