Oleh Hakim David Porter seperti diberitakan harian lokal The Mercury dan dilansir News.com.au, Rabu (30/11/2011), Martin hanya dikenai hukuman percobaan 10 bulan. Ini berarti, Martin kini bisa menghirup udara bebas setelah sejak 22 November lalu mendekam di tahanan.
Dalam menjatuhkan vonis tersebut, hakim setuju dengan pendapat para pakar yang mendukung pernyataan Martin tentang obat-obatan untuk penyakit Parkinson yang dideritanya. Martin beralasan bahwa obat-obatan yang diminumnya itu telah menyebabkan dirinya mengalami hiperseksualitas saat kejadian tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu Martin telah dinyatakan bersalah atas dakwaan berhubungan seks dengan anak di bawah umur. Anak tersebut dipaksa menjadi pelacur oleh ibunya pada September 2009 lalu. Martin bersikeras dirinya tidak bersalah. Pria berumur 54 tahun itu berdalih bahwa dirinya mengira anak tersebut berumur 18 tahun.
Kepada polisi, Martin mengaku dirinya hanya merespons iklan layanan seks dewasa pada September 2009 lalu dan mengira gadis itu telah berumur 18 tahun.
Setelah melihat iklan itu, Martin pun menjadi pelanggan anak 12 tahun itu. Bocah yang dirahasiakan identitasnya itu dipaksa menjadi pelacur oleh ibunya dan pacar ibunya, Gary Devine pada tahun 2009. Keduanya saat ini telah dipenjara atas dakwaan prostitusi anak.
Martin awalnya mendatangi apartemen Devine untuk berhubungan seks dengan anak tersebut. Setelah itu Martin pun menyuruh si anak untuk datang ke rumahnya untuk kembali berhubungan intim. Selama kunjungan itu, Martin dan anak tersebut terlibat dalam aktivitas seks. Pria itu pun memfoto-foto si anak dalam pose-pose syur. Gara-gara kasus inilah, Martin berurusan dengan polisi.
(ita/vit)










































