Namun serangan ini memicu peringatan keras dari militer Israel terhadap militer Libanon. Israel meminta agar serangan seperti itu segera dihentikan.
"Militer Israel menganggap hal tersebut sebagai insiden serius dan percaya bahwa pemerintah Libanon dan militernya mampu bertanggung jawab menghentikan serangan semacam ini," demikian bunyi peringatan tersebut seperti dilansir AFP, Selasa (29/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan, 4 buah roket terjatuh di wilayah Israel pada Senin (28/11) malam waktu setempat. Satu roket mengakibatkan kerusakan ringan, sedangkan roket lainnya terjatuh di wilayah pemukiman, namun untungnya gagal meledak.
Sementara itu, salah seorang pejabat keamanan Libanon mengatakan, pihaknya mendengar suara ledakan dari wilayah Bint Jbeil, Libanon selatan, pada Senin (28/11) malam.
Insiden saling menembakkan roket yang terjadi di perbatasan kedua negara terakhir kali terjadi pada 1 Agustus 2011 lalu. Militer Israel dan Libanon terlibat aksi saling tembak di wilayah Garis Biru, perbatasan kedua negara yang ditetapkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
(nvc/nwk)











































