AS dan Jerman Desak PBB Bertindak Atas Suriah

AS dan Jerman Desak PBB Bertindak Atas Suriah

- detikNews
Selasa, 29 Nov 2011 11:44 WIB
AS dan Jerman Desak PBB Bertindak Atas Suriah
New York - Konflik Suriah kian memanas. Pemerintah Amerika Serikat dan Jerman kini bahkan menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk bertindak atas Suriah yang terus melakukan kekerasan terhadap para demonstran.

"Sudah lewat waktunya bagi Dewan Keamanan (DK) untuk mengambil tindakan lebih tegas terkait Suriah," cetus Duta Besar (Dubes) AS untuk PBB Susan Rice seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (29/11/2011).

Hal senada disampaikan Dubes Jerman untuk PBB Peter Wittig yang menyatakan bahwa DK PBB tak bisa tinggal diam. Terlebih lagi setelah para investigator PBB menyebut bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap rakyat Suriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bulan lalu, 15 negara anggota DK PBB terpecah soal resolusi yang mengecam kekerasan yang dilakukan aparat Suriah terhadap para demonstran. Resolusi yang digagas Eropa itu diveto oleh Rusia dan China. Sementara Brasil, India, Afrika Selatan dan Libanon abstain.

Namun laporan yang dirilis komisi HAM PBB menyebutkan bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan di Suriah telah diperintahkan oleh level tertinggi pemerintahan Assad. Apalagi Liga Arab telah mengeluarkan sanksi-sanksi berat terhadap Suriah. Keputusan Liga Arab itu semakin mempertegas perlunya DK PBB mengambil tindakan.

Wittig bahkan menyebut sansi Liga Arab tersebut "bersejarah".

"Dewan di sini tak bisa tinggal diam menyangkut apa yang telah disampaikan begitu keras oleh organisasi regional itu. Kami pikir dewan harus membahas keputusan itu dan mendukungnya serta menerapkannya," ujar Dubes Jerman untuk PBB itu kepada para wartawan di markas besar PBB di New York, AS.

Menurut Rice dan Wittig, pembicaraan informal mengenai kemungkinan tindakan terhadap Suriah akan dimulai segera.

Sebelumnya PBB menyatakan, lebih dari 3.500 orang telah tewas selama pergolakan di Suriah yang terjadi sejak Maret lalu. Sebagian besar korban adalah warga sipil yang tewas di tangan pasukan keamanan Suriah. Dalam aksi demonya, warga Suriah terus menuntut pengunduran diri Assad namun hingga kini tidak ada tanda-tanda Assad akan mundur.


(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads