Para guru, pekerja rumah sakit, hingga pekerja bandara akan ikut serta dalam aksi mogok massal yang disebut-sebut terbesar selama 3 dekade terakhir ini. Imbas aksi mogok kerja ini, ribuan sekolah akan diliburkan dan sejumlah rumah sakit kekurangan tenaga medis. Tidak hanya itu, kegiatan penerbangan di Bandara Heathrow, London pun diperkirakan akan mengalami gangguan bahkan penundaan hingga 12 jam.
Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (29/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin serikat Unison, Dave Prentis menyatakan, pihaknya tidak memiliki kesempatan lagi untuk mencapai kesepakatan dengan pemerintah. Menurutnya, sekitar 2,6 juta pekerja akan ikut serta dalam aksi mogok massal tersebut. Prentis bahkan mengancam pihaknya akan melakukan aksi lain saat tahun baru jika persoalan pensiun ini tak kunjung terselesaikan.
Prentis menegaskan, serikat pekerja tidak meminta kenaikan uang pensiun, namun lebih memperjuangkan reformasi pensiun yang adil.
Terhadap aksi ini, PM Cameron pun mengeluarkan kecaman. Dia menegaskan, pemerintah telah memberikan penawaran yang adil terhadap seluruh pekerja sektor publik. Menurutnya, semua penyamaan ketentuan pensiun tersebut dalam rangka penghematan untuk mengurangi defisit anggaran.
"Kami sudah mengajukan, saya pikir, tawaran yang sangat adil dan sangat wajar terkait ketentuan pensiun pekerja sektor publik. Dan saya pikir aksi mogok ini benar-benar salah," ucap Cameron.
"Ini tidak akan mengubah pendekatan ataupun pandangan siapapun, melainkan hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat sendiri dan saya hanya mengimbau, bahkan pada menit terakhir, kepada para pemimpin serikat pekerja bahwa mereka tidak seharusnya melakukan aksi mogok ini. Ini tidak akan menghasilkan apapun dan hanya akan merusak perekonomian kita," tegas Cameron.
(nvc/anw)











































