AS Nilai Tewasnya 24 Tentara Pakistan Sebagai Tragedi

AS Nilai Tewasnya 24 Tentara Pakistan Sebagai Tragedi

- detikNews
Selasa, 29 Nov 2011 04:59 WIB
AS Nilai Tewasnya 24 Tentara Pakistan Sebagai Tragedi
Washington - Serangan udara NATO yang menewaskan 24 tentara Pakistan menimbulkan kemarahan pemerintah dan publik Pakistan. Gedung Putih pun langsung bereaksi. Mereka memandang kejadian itu sebagai sebuah tragedi.

Juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, mengatakan jika Presiden AS Barrack Obama melihat kejadian itu sebagai sebuah tragedi. Obama, seperti ditirukan Carney, juga menegaskan jika hubungan AS dan Pakistan sangat penting untuk masa depan.

"Kita bergabung atas kematian pasukan Pakistan yang gagah berani," kata Carney seperti dikutip dari AFP, Selasa (29/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Carney menambahkan jika peristiwa ini dipandang sebagai sesuatu yang serius oleh pemerintah Obama. Pihaknya akan ikut mengusut apa yang sebenarnya terjadi dalam serangan tersebut.

"Hubungan kami dengan Pakistan itu berlanjut menjadi hubungan kerja sama penting yang juga sangat rumit," kata Carney.

"Sangat banyak kepentingan keamanan nasional Amerika untuk menjalin hubungan kerja sama dengan Pakistan karena kami memiliki kesamaan dalam memerangi terorisme," tandasnya.

Serangan udara yang dilancarkan helikopter NATO ke pos perbatasan Pakistan menewaskan 24 tentara. Serangan udara yang terjadi di dekat perbatasan dengan Afghanistan itu merupakan serangan NATO paling mematikan yang pernah dilaporkan Pakistan.

Selama ini Pakistan kerap memprotes NATO karena telah melanggar wilayah udaranya dengan melancarkan serangan-serangan terhadap para militan Taliban di wilayah kesukuan Pakistan. Namun selama ini korbannya adalah militan-militan. Baru kali ini serangan NATO menewaskan begitu banyak tentara Pakistan.

Pemerintah Pakistan telah menyampaikan protes sekeras-kerasnya kepada NATO dan pemerintah AS atas kejadian ini. Serangan ini tampaknya akan semakin memperkeruh hubungan AS-Pakistan yang kian menegang sejak operasi pasukan AS ke Pakistan yang menewaskan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden pada Mei lalu.


(mok/did)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini