Kabinet Kuwait Ajukan Pengunduran Diri

Kabinet Kuwait Ajukan Pengunduran Diri

- detikNews
Senin, 28 Nov 2011 21:42 WIB
Kuwait City - Anggota kabinet Kuwait menyatakan mundur secara massal. Hal ini menyusul pertikaian dengan anggota parlemen oposisi.

"Kabinet Kuwait mengundurkan diri dan pengunduran diri tersebut telah disetujui oleh Emir (Raja Kuwait)," ujar salah satu anggota parlemen oposisi Islam, Khaled al-Sultan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (28/11/2011).

"Kami menunggu hingga adanya penunjukkan Perdana Menteri yang baru, sebelum akhirnya parlemen dibubarkan demi menjamin pemilu yang adil," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru bicara parlemen, Jaseem al-Khorafi, menolak untuk berkomentar mengenai hal ini. Ia mengaku tak tahu menahu soal usulan pembubaran parlemen.

Pengumuman mundurnya Kabinet Kuwait ini dilakukan setelah Emir Sheikh Sabah al-Ahmad Al-Sabah mengadakan pertemuan darurat kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sheikh Nasser Mohammad al-Ahmad Al-Sabah. Pertemuan tersebut membahas soal kondisi terbaru krisis politik emirat.

PM Nasser (71) dikenai tuduhan gratifikasi, termasuk tuduhan mentransfer uang negara ke berbagai rekeningnya di luar negeri. Atas tuduhan ini, pemerintah telah menyangkalnya.

Tindakan ini juga dilakukan menjelang unjuk rasa besar-besaran yang direncakan akan dilakukan Senin malam oleh pihak oposisi. Aksi ini dimaksudkan untuk mendesak pemecatan Nasser dari kursi Perdana Menteri.

Sheikh Nasser, yang merupakan keponakan emir Al Sabah, ditunjuk menjadi Perdana Menteri Kuwait pada Februari 2006 silam. Sejak saat itu, Nasser sempat mengundurkan diri selama 7 kali akibat bergejolaknya kondisi poltik. Selain itu, parlemen Kuwait juga pernah dibubarkan selama 3 kali dalam periode yang sama.

(nvc/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads