Tercatat dalam aksi protes tersebut setidaknya lebih dari 90 orang, yang sebagian besar warga sipil, tewas. Selain itu, sedikitnya 1.900 orang luka-luka dalam aksi protes 'Kaos Merah' yang berjalan selama 2 bulan tersebut. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (28/11/2011).
Departemen Investigasi Khusus urusan Kehakiman (DSI) pada September lalu menyatakan tentara militer pemerintah Thailand terlibat dalam tewasnya kamerawan Jepang dan 12 warga sipil lainnya. Mereka lantas meneruskan hasil investigasi tersebut untuk diselidiki lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah menjadwalkan hari Jumat (2/12), tapi itu tergantung kepada mereka apakah mereka bisa memenuhi panggilan atau tidak," imbuhnya.
Sementara itu, DSI masih melakukan investigasi terhadap kematian korban unjuk rasa lainnya.
Awalnya, Kepolisian Thailand meyakini tentara militer tidak berada di balik tewasnya kamerawan Reuters, Hiroyuki Muramoto dan fotografer Italia, Fabio Polenghi.
Ini menjadi pertama kalinya eks PM Abhisit dipanggil polisi untuk dimintai keterangan soal penanganan pemerintahannya saat itu terhadap aksi protes 'Kaos Merah'. Seperti diketahui, aksi protes 'Kaos Merah' saat itu diwarnai oleh penembakan tentara militer terhadap para pendemo.
Sedangkan Suthep yang saat itu menjadi Wakil Perdana Menteri, merupakan pengawas keamanan nasional selama aksi protes berlangsung dan dia menjadi tokoh yang juga dibenci oleh kalangan 'Kaos Merah'
Saat ini, Thailand telah memiliki pemerintahan baru yang beraliansi dengan pahlawan 'Kaos Merah' yang kini menjadi buronan, eks PM Thaksin Shinawatra. Adik perempuan Thaksin, yakni Yingluck kini menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand.
(nvc/mok)











































