Pemilu Kongo Ricuh, Mobil Pengantar Surat Suara Dibakar

Pemilu Kongo Ricuh, Mobil Pengantar Surat Suara Dibakar

- detikNews
Senin, 28 Nov 2011 17:47 WIB
Pemilu Kongo Ricuh, Mobil Pengantar Surat Suara Dibakar
Lubumbashi - Tidak hanya Mesir yang menggelar pemilu hari ini, Republik Demokratik Kongo juga tengah menggelar pemilu untuk menentukan presiden. Namun, pemilu Kongo diwarnai sejumlah aksi kekerasan. Sekelompok pria bersenjata menyerang kendaraan yang membawa kertas suara ke sebuah tempat pemilihan suara di daerah Lubumbashi.

Para pria bersenjata yang menumpang 8 mobil jip ini mulai menembaki kendaraan pembawa surat suara sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Saat petugas kepolisian yang mengawal kendaraan pembawa surat suara melakukan tembakan balasan, mereka melarikan diri. Namun, beberapa pria bersenjata sempat terkena tembakan polisi.

Selain diberondong tembakan, 2 mobil Jeep yang membawa sekitar 1.000 surat suara tersebut juga dibakar. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (28/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lumbumbashi yang merupakan ibukota provinsi Katanga yang terkenal dengan tambangnya, memang menjadi titik rawan konflik politik sepanjang pemilu ini. Minggu (27/11) kemarin, sekelompok pria bersenjata menyerang markas militer dan gudang senjata yang ada di kota tersebut. Tragis, 1 orang tewas dalam serangan ini dan para pria bersenjata tersebut berhasil melarikan diri setelah terjadi baku tembak dngan para tentara militer yang ada di lokasi.

Otoritas Katanga menyatakan, pihaknya telah berhasil menangkap 3 penyerang tersebut. Diduga para penyerang merupakan anggota kelompok separatis yang menginginkan Provinsi Katanga lepas dari Kongo.

Dalam pemilu Kongo ini, ada 11 kandidat yang berkompetisi. Voting resmi dimulai di bagian timur Kongo tepat pukul 06.00 waktu setempat.

Namun, ada 2 kandidat utama yang disebut paling bersaing, yakni kandidat incumbent, Presiden Joseph Kabila (40) yang memimpin Partai Rakyat untuk Rekonstruksi dan Demokrasi (PPRD) dan telah telah berkuasa sejak 2001 silam melawan pemimpin oposisi veteran Etienne Tshisekedi (78) yang memimpin Persatuan untuk Demokrasi dan Kemajuan Sosial (UDPS).

Telah terjadi bentrok antara pendukung Kabila dan Tshisekedi di Lubumbashi selama beberapa kali menjelang pemilu. Pada masa kampanye terakhir, Sabtu (26/11) lalu, polisi terpaksa menggunakan gas air mata dan water cannon, dan senapan untuk membubarkan bentrokan. Tapi, 2 orang dilaporkan tewas dalam bentrokan tersebut dan hal ini memunculkan kecaman dari masyarakat internasional.


(nvc/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads