Demikian disampaikan juru bicara PT TEPCO (Tokyo Electric Power Co), Chie Hosoda, dan dilansir oleh kantor berita AFP, Senin (28/11/2011). Namun, dia tidak memberikan penjelasan detail soal sakit apa yang diderita Yoshida.
Hosoda hanya mengungkapkan bahwa Yoshida tengah menjalani pengobatan di rumah sakit dan akan menyerahkan jabatannya pada Kamis (1/12) mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Yoshida menjabat sebagai Direktur PLTN Fukushima saat reaktor nuklir yang ada di PLTN tersebut bermasalah akibat gempa dan tsunami hebat yang melanda Jepang pada 11 Maret silam. Saat itu disebut-sebut bahwa sejumlah reaktor mengalami kebocoran dan menyebarkan radiasi ke luar bahkan hingga ke laut. Namun, pihak TEPCO dan pemerintah Jepang mati-matian mendinginkan reaktor tersebut dan menyatakan bahwa radiasi nuklir dari reaktor tersebut tidak keluar.
Sementara itu, salah satu surat kabar ternama di Jepang, Sankei Shimbun memberitakan bahwa dokter yang menangani Yoshida tidak menyebutkan bahwa penyakit yang diderita Yoshida berkaitan dengan radiasi.
Dalam pesannya kepada pejabat dan pegawai PLTN Fukushima, Yoshida hanya menyatakan, dirinya harus menjalani perawatan di rumah sakit.
"Ada hal khusus yang ditemukan saat pemeriksaan kesehatan rutin beberapa hari lalu. Saya tidak memiliki pilihan lain, selain menjalani perawatan di rumah sakit di bawah pengawasan dokter," tutur Yoshida seperti dikutip dari Sankei.
Posisi Yoshida sebagai Direktur PLTN Fukushima akan digantikan oleh Takeshi Takahashi. Takahashi sebelumnya bertanggung jawab atas operasional reaktor nuklir di kantor pusat TEPCO di Tokyo.
(nvc/vit)











































