Seperti diberitakan Reuters, Senin (28/11/2011), rakyat Mesir mengantre untuk mengikuti pemilu sejak jatuhnya Presiden Hosni Mubarak dan pemilu kali ini merupakan tes awal di masa transisi pemerintahan Mesir. Antrean memanjang di Kairo hingga beberapa blok dan poster kandidat dan partai ramai diberbagai jalan.
"Kami sangat senang berada di sini dan menjadi bagian dari pemilu," kata seorang warga, Wafa Zaklama (55).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pemilu kali ini, akan berlangsung di Kairo dan Alexandria pada hari Senin dan Selasa (29/11) besok. Pemilu kali ini untuk memilih caleg yang akan menduduki majelis rendah hingg 11 Januari mendatang. Pemilih akan memilih partai dan para caleg.
Tak kurang dari 400 partai politik (parpol) akan ikut serta dalam pemilu yang digelar di Mesir setelah lepas dari beberapa dekade penindasan Mubarak. Selain itu, 6.000 kandidat calon legislatif (caleg) siap bersaing untuk kursi di majelis rendah parlemen.
Akibat terlalu banyaknya parpol dan caleg yang bersaing, para pemilih kebingungan. Para analis juga merasa khawatir terkait banyaknya pemilih yang belum berpengalaman, sebab mereka hanya diberi waktu beberapa pekan untuk memahami sistem pemilu yang sangat rumit.
(fiq/anw)











































