Seperti diberitakan Reuters pada Senin (27/11/2011), akibat terlalu banyaknya parpol dan caleg yang bersaing, para pemilih kebingungan. Para analis juga merasa khawatir terkait banyaknya pemilih yang belum berpengalaman, sebab mereka hanya diberi waktu beberapa pekan untuk memahami sistem pemilu yang sangat rumit.
"Saya tidak pernah memilih sebelumnya. Bagaimana kita harus memberitahu setiap orang?" tanya Saher Ahmed, warga Mesir, sambil menunjuk ke ratusan poster dan spanduk parpol yang menghiasi jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahmed harus memilih satu partai untuk mewakili distriknya dan memilih dua kandidat dari 149 kandidat lainnya untuk kursi di parlemen. Selain Ahmed, warga Mesir lainnya, Fathi Mustafa, juga kebingungan untuk menentukan pilihannya.
"Saya tidak tahu satu dan lainnya. Saya tidak tahu di mana mereka berasal atau apa yang akan mereka lakukan," kata Mustafa.
Saking bingungnya, Mustafa memutuskan tidak akan menggunakan hak pilihnya. "Saya akan tinggal di rumah," ucap dia.
(fiq/nvt)











































