Serangan yang menewaskan 24 tentara Pakistan tersebut mendorong pemerintahnya segera memanggil duta besar AS di Islamabad dan mengajukan protes kepada NATO dan menutup jalur pasokan kebutuhan pasukan NATO yang berperang di Afghanistan.
Seperti diberitakan Al-Jazeera, Minggu (27/11/2011), Pakistan juga memberikan waktu 15 hari kepada AS untuk mengosongkan pangkalan udaranya di Shamsi. Pakistan pernah melakukan permintaan serupa pada awal tahun ini, setelah serangan yang menewaskan Osama bin Laden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Serangan yang dilakukan oleh NATO/ISAF di pos perbatasan, di mana 24 tentara Pakistan tewas dan 13 lainnya luka-luka telah membuat pemerintah dan rakyat Pakistan sangat marah," ujar pernyataan resmi Kemenlu Pakistan.
Pihak AS yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri, Hillary Clinton dan Menteri Pertahanan, Leon Panetta, menyampaikan bela sungkawa atas hilangnya nyawa pasukan Pakistan dan menyatakan dukungan penuh mereka untuk melakukan investigasi terhadap NATO.
(fiq/mad)











































