Bunuh 24 Tentara Pakistan, NATO Diminta Segera Angkat Kaki

Bunuh 24 Tentara Pakistan, NATO Diminta Segera Angkat Kaki

- detikNews
Minggu, 27 Nov 2011 11:15 WIB
 Bunuh 24 Tentara Pakistan, NATO Diminta Segera Angkat Kaki
Islamabad - Pemerintah Pakistan meminta NATO untuk segera meninggalkan pangkalan udara milternya menyusul serangan helikopter NATO, Sabtu (26/11) kemarin. Pihak Amerika Serikat (AS) melakukan investigasi serius atas insiden itu.

Serangan yang menewaskan 24 tentara Pakistan tersebut mendorong pemerintahnya segera memanggil duta besar AS di Islamabad dan mengajukan protes kepada NATO dan menutup jalur pasokan kebutuhan pasukan NATO yang berperang di Afghanistan.

Seperti diberitakan Al-Jazeera, Minggu (27/11/2011), Pakistan juga memberikan waktu 15 hari kepada AS untuk mengosongkan pangkalan udaranya di Shamsi. Pakistan pernah melakukan permintaan serupa pada awal tahun ini, setelah serangan yang menewaskan Osama bin Laden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan ini diambil setelah Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani mengadakan pertemuan darurat dengan para pemimpin militer. Pihak Kementerian luar negeri (Kemenlu) Pakistan juga memanggil duta besar AS di Islamabad, Cameron Munter, dan mengajukan protes keras terhadap serangan itu.

"Serangan yang dilakukan oleh NATO/ISAF di pos perbatasan, di mana 24 tentara Pakistan tewas dan 13 lainnya luka-luka telah membuat pemerintah dan rakyat Pakistan sangat marah," ujar pernyataan resmi Kemenlu Pakistan.

Pihak AS yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri, Hillary Clinton dan Menteri Pertahanan, Leon Panetta, menyampaikan bela sungkawa atas hilangnya nyawa pasukan Pakistan dan menyatakan dukungan penuh mereka untuk melakukan investigasi terhadap NATO.


(fiq/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads