Pemerintah Suriah tadinya diberikan tenggat waktu Jumat, 25 November untuk menandatangani kesepakatan mengenai pengiriman para pengamat Liga Arab ke Suriah. Namun hingga tenggat waktu berakhir, tak ada respons dari rezim Presiden Bashar al-Assad.
Sebelumnya para menteri Arab telah mengingatkan, jika Suriah tidak mengizinkan para peninjau masuk ke negeri itu, maka Liga Arab akan mempertimbangkan berbagai sanksi. Itu mencakup penghentian penerbangan ke Suriah, pembekuan rekening pemerintah Suriah dan penghentian urusan bisnis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski negara-negara Arab kian memojokkan rezim Assad, namun negara-negara sekutu Suriah seperti Rusia dan China dengan tegas menolak adanya sanksi terhadap negeri itu.
"Pada saat ini, yang dibutuhkan bukanlah resolusi, bukan sanksi, bukan tekanan tapi dialog internal Suriah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich.
Hingga saat ini aksi demonstrasi antipemerintah terus berlangsung di Suriah. Aksi yang menuntut pengunduran diri Presiden Suriah Bashar al-Assad itu telah berlangsung sekitar 8 bulan. Menurut PBB, lebih dari 3.500 orang telah tewas selama pergolakan itu. Sebagian besar korban adalah warga sipil yang tewas di tangan pasukan pendukung Assad.
(ita/ita)











































