Ketiga jari pada tangan kanan Saif tersebut diketahui terluka akibat terkena serangan udara pasukan NATO beberapa minggu lalu di Libya. Namun tidak diketahui pasti kondisi tangan kanan Saif yang ditutupi perban tersebut.
"Luka ini tidak dalam kondisi baik dan memerlukan amputasi. Luka ini ditutupi oleh jaringan yang membusuk dan mati," terang dokter yang khusus merawat Saif, Andrei Murakhovsky kepada Reuters, Kamis (24/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter Murakhovsky menuturkan, jari tengah Saif sebenarnya tidak membutuhkan operasi. Namun, dua jari lainnya, yakni jempol dan telunjuk, mengalami luka parah dan bernanah.
"Jari telunjuknya sobek hingga ruas buku tengah, tulangnya remuk. Hal yang sama terjadi pada jempolnya," terangnya.
Ketika gambar tangan Saif yang diperban dipublikasikan, banyak pihak yang berpikiran jari-jari Saif telah dipotong oleh para penangkapnya. Sebab, Saif sebelumnya sangat gencar menyerukan perlawanan dan mengancam para pemberontak anti-Khadafi dengan gerakan tangan menunjuk-nunjuk dan sebagainya. Namun, menurut dokter Murakhovsky, luka yang diderita Saif tersebut disebabkan oleh 'suatu ledakan'.
(nvc/fay)










































