Pengunjuk rasa menuntut penguasa militer menyerahkan kekuasaan kepada otoritas sipil. Sebagian titik terjadinya kekerasan berlangsung di Kairo, tepatnya di Lapangan Tahrir. Di lapangan itu jugalah para pengunjuk rasa berkumpul untuk menggulingkan Hosni Mubarak pada Februari lalu.
Seperti diberitakan AFP, Jumat (25/11/2011), Menteri Kesehatan (Menkes) Mesir menyebut 36 orang tewas di Kairo sejak demonstrasi pecah Sabtu (19/11) lalu. Sedangkan empat orang lainnya tewas di wilayah Ismailiya dan Alexandria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai salat Jumat nanti, para demonstran antimiliter yang memenuhi Lapangan Tahrir berencana menggelarlong march sejuta umat yang direncanakan digelar usai salat Jumat. Para demonstran menilai Jumat ini menjadi batas waktu terakhir bagi pemerintahan junta militer untuk menyerahkan kekuasaaan kepada otoritas sipil dan kembali ke barak.
Demonstran terus berusaha mendesak Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir (SCAF) untuk menyerahkan kekuasaaan kepada otoritas sipil. Mereka ingin menunjukkan kekuatan rakyat yang besar kepada pihak militer yang kini mengusai Mesir pasca Hosni Mubarak lengser. Sebelumnya pemimpin SCAF Hussein Tantawi telah berjanji akan menyerahkan kekuasaan ke sipil setelah pemilihan presiden pada pertengahan 2012 mendatang.
(fiq/nvt)











































