Warga Mesir Akan Gelar Demo Sejuta Umat Usai Salat Jumat

Warga Mesir Akan Gelar Demo Sejuta Umat Usai Salat Jumat

- detikNews
Jumat, 25 Nov 2011 11:22 WIB
Warga Mesir Akan Gelar Demo Sejuta Umat Usai Salat Jumat
Kairo - Para demonstran antimiliter yang memenuhi Lapangan Tahrir, Mesir, tampaknya masih belum menyerah. Mereka bahkan berencana menggelar demo yang melibatkan 1 juta orang.

Demonstran terus berusaha mendesak Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir (SCAF) untuk menyerahkan kekuasaaan kepada otoritas sipil. Mereka ingin menunjukkan kekuatan rakyat yang besar kepada pihak militer yang kini mengusai Mesir pasca Husni Mubarak lengser. Demikian seperti diberitakan Reuters dan dilansir Press TV, Jumat (25/11/2011).

Tewasnya 41 demonstran dalam aksi yang berlangsung seminggu lebih ini memang telah memicu kemarahan publik. Kamis (24/11) malam, banyak demonstran tetap bertahan di Lapangan Tahrir. Mereka tengah bersiap untuk melakukan aksi yang lebih besar, yakni long march sejuta umat yang direncanakan digelar usai salat Jumat.

Para demonstran menilai, Jumat ini menjadi batas waktu terakhir bagi pemerintahan junta militer untuk menyerahkan kekuasaaan kepada otoritas sipil dan kembali ke barak.

Selain itu, Federasi Serikat Buruh Independen Mesir juga mengimbau para anggotanya untuk ikut berkumpul dalam aksi sejuta umat di Lapangan Tahrir. Sebuah organisasi hak-hak buruh bahkan menyerukan aksi mogok kerja untuk mendukung protes sejuta umat tersebut.

Sebelumnya, eks Perdana Menteri Mesir Kamal Ganzouri menyatakan sepakat dengan usulan militer untuk membentuk pemerintahan transisi di Mesir. Setelah bertemu dengan Kepala SCAF, Marsekal Hussein Tantawi Mohamed, Ganzouri menyatakan setuju untuk memimpin pemerintahan transisi tersebut.

Februari lalu, saat revolusi rakyat berhasil melengserkan Mubarak dari tahtanya, Ganzuri dikabarkan pergi menjauh dari Mesir. Hal ini justru menjadikan dia sebagai calon pemimpin potensial bagi pemerintahan transisi Mesir.

Pelaksana tugas (Plt) PM Essam Sharaf dan kabinetnya mengundurkan diri pada Senin (21/11) lalu, setelah aksi protes di Lapangan Tahrir berlangsung 3 hari berturut-turut.


(nvc/vit)


Berita Terkait