Presiden Zimbabwe Sebut PM Cameron Seperti Setan

Presiden Zimbabwe Sebut PM Cameron Seperti Setan

- detikNews
Kamis, 24 Nov 2011 18:54 WIB
Presiden Zimbabwe Sebut PM Cameron Seperti Setan
Harare - Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe, menyebut Perdana Menteri (PM) Inggris, David Cameron, seperti 'setan' karena membatasi bantuan kepada negara-negara yang tidak menghormati hak-hak kaum gay. Mugabe sendiri selama ini dikenal sebagai penentang kaum pecinta sesama jenis.

"Ini sangat buruk dan setan ketika ada seorang Perdana Menteri seperti Cameron yang mengatakan bahwa negara yang menginginkan bantuan Inggris harus menerima homoseksualitas," ujar Mugabe dalam pidato di Shurugwi, sekitar 300 km sebelah selatan Harare, Zimbabwe seperti ditulis harian The Herald dan dilansir AFP, Kamis (24/11/2011).

"Datang dengan saran 'setan' seperti itu untuk rakyat kita adalah tawaran bodoh," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di akhir pertemuan Commonwealth pada Oktober lalu, Cameron meminta agar negara-negara yang menerima bantuan Inggris harus menghormati hak asasi manusia, termasuk hak-hak kaum gay.

Isu menyangkut homoseksual kembali muncul saat Zimbabwe tengah merancang undang-undang baru. Di mana muncul perdebatan apakah Zimbabwe akan mengikuti model Afrika Selatan yang memasukkan hak-hak kaum gay dalam undang-undang tersebut.

Selama ini, Mugabe gencar mengkampanyekan perlawanan terhadap homoseksualitas. Bahkan dalam pidato terakhirnya, Mugabe mengancam akan memberi sanksi terhadap rakyat Zimbabwe yang mengaku gay.

"Jangan tergoda oleh cobaan itu (homoseksualitas). Kalian kaum muda. Jika mengikuti arus tersebut, kami akan menghukum kalian sangat berat. Mereka dikutuk oleh alam. Dikutuk oleh serangga dan itulah kenapa saya mengatakan mereka lebih buruk dari babi dan anjing," ucap Mugabe berapi-api.

Sementara itu, Perdana Meneteri Zimbabwe, Morgan Tsvangirai diketahui lebih moderat. Tsvangirai mengaku dirinya mendukung hak-hak kaum gay, tapi menurutnya, kaum gay harus melakukan 'aktivitasnya' secara pribadi. Dia mengatakan, rakyat Zimbabwe berhak menentukan apa yang mereka mau untuk dituangkan ke dalam undang-undang.


(nvc/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads