Setidaknya 35 demonstran telah tewas sejak Sabtu, 19 November lalu saat bentrokan antara polisi dan demonstran mulai terjadi. Lebih dari 2 ribu orang luka-luka akibat bentrokan tersebut.
"Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf sedalam-dalamnya atas kematian para martir dari kalangan putra-putra loyal Mesir selama peristiwa-peristiwa baru-baru ini di Lapangan Tahrir," demikian pernyataan penguasa militer Mesir seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (24/11/2011).
"Dewan juga menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga martir di seluruh Mesir," demikian disampaikan.
Hingga saat ini para demonstran terus memadati Lapangan Tahrir di Kairo untuk menuntut penyerahan kekuasaan militer ke otoritas sipil secepatnya. Warga Mesir terus berdemo meski sebelumnya pemimpin SCAF Hussein Tantawi telah berjanji akan menyerahkan kekuasaan ke sipil setelah pemilihan presiden pada pertengahan 2012 mendatang.
(ita/vit)











































