Hal itu disampaikan Saleh kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam percakapan via telepon.
"Dia bilang ke saya kalau dia akan datang ke New York usai menandatangani kesepakatan itu guna mendapatkan perawatan medis," kata Ban seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (24/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Saleh telah menjalani perawatan medis di Arab Saudi atas luka-luka yang dialaminya dalam serangan ke istananya pada 3 Juni lalu. Namun belum jelas mengapa pemimpin berumur 69 tahun itu ingin menemui para dokter di AS.
Saleh akhirnya bersedia menandatangani kesepakatan yang diprakarsai negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk alis Gulf Cooperation Council (GCC) pada Rabu, 23 November di Riyadh, Arab Saudi.
Padahal selama berbulan-bulan ini Saleh bersikeras menolak kesepakatan itu. Sesuai kesepakatan itu, Saleh bersedia menyerahkan tampuk kekuasaan kepada wakilnya. Sebagai imbalan, Saleh yang telah memerintah selama 33 tahun itu akan mendapatkan kekebalan dari proses hukum.
Sejak Januari lalu, Saleh terus-terusan didemo oleh warga Yaman yang menuntut pengunduran dirinya. Ratusan orang telah tewas selama pergolakan tersebut.
(ita/vit)











































