Rumah Sakit Royal Women's di Melbourne pun menyampaikan penyesalan atas tragedi mengerikan pada Selasa, 22 November itu.
Kejadian itu berawal ketika para dokter memberitahu tentang kondisi satu dari dua bayi laki-laki yang dikandung seorang ibu. Menurut dokter, satu dari dua janin kembar berumur 32 minggu itu menderita cacat jantung bawaan yang akan membutuhkan operasi selama bertahun-tahun, jika dia lahir dengan selamat. Sementara janin lainnya sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun entah bagaimana, bukan bayi yang sakit yang diinjeksi obat mematikan itu melainkan bayi yang sehat! Sang ibu pun kemudian harus menjalani operasi kembali untuk mengakhiri nyawa bayi yang sakit.
Pihak RS mengkonfirmasi "kecelakaan klinis menyedihkan" telah terjadi dan kini tengah menyelidiki peristiwa itu.
"Ini tragedi mengerikan dan RS sangat menyesal atas kehilangan yang dialami pasien dan keluarganya," demikian pernyataan RS seperti dilansir AFP, Kamis (24/11/2011).
"Kami sedang melakukan penyelidikan penuh dan terus memberikan dukungan bagi keluarga dan staf terkait," imbuh RS.
Menurut seorang teman wanita tersebut, keluarga pasien sangat terguncang atas peristiwa ini. "Dia pergi ke rumah sakit dengan dua bayi dalam kandungannya dan kini dia tak punya satu pun. Dia trauma. Rumah sakit mengatakan telah mengikuti prosedur yang benar, tapi bagaimana ini bisa terjadi?" cetusnya.
Pemerintah negara bagian Victoria menyesalkan kejadian ini. Namun masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi mengenai apa yang terjadi sebelum penyelidikan selesai dilakukan.
(ita/vit)










































