Demikian seperti diungkapkan oleh Badan Antariksa AS (NASA) dan dikutip oleh kantor berita AFP, Kamis (24/11/2011). Dalam misi ini, NASA telah mempersiapkan sebuah mesin robotik tak berawak bernama Curiosity yang dirangkai khusus oleh Mars Science Laboratory (MSL) dan memakan biaya sebesar US$ 2,5 miliar atau setara dengan Rp 22,8 triliun.
Curiosity dijuluki 'mesin impian' oleh para ilmuwan NASA. Sebab, mesin ini dilengkapi sejumlah peralatan mutakhir, seperti kamera super canggih, lengan robotik yang dilengkapi bor, laboratorium kimia kecil dan laser penembus batu. Mesin berbentuk kendaraan seberat 889 kg ini dijadwalkan untuk diluncurkan pada 26 November mendatang, pukul 10.02 waktu AS. Tempat peluncuran, yakni di Markas Angkatan Udara Cape Canaveral di Florida, AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lokasi ini sangat menjanjikan, terlebih mengandung air di masa lalu sehingga bisa menjadi tempat yang layak ditinggali," ujar Kepala Program Eksplorasi Mars NASA, Michael Meyer.
Salah satu instrumen utama dalam Curiosity yang menjadi andalan adalah kamera canggih yang bisa memancarkan laser sejauh 8 meter dan yang mampu menembus bebatuan Mars. Laser ini bisa menganalisis bagaimana lapisan bebatuan Mars sehingga membantu ilmuwan menyelidiki elemen-eleman apa yang membentuk Mars.
Sedangkan lengan robotik yang dilengkapi bor mampu melubangi tanah dan membuat bebatuan Mars menjadi serbuk, dimana kemudian laboratorium kimia kecil yang ada akan menyaring serbuk tersebut dan para peneliti bisa menganalisis kandungannya.
"Apakah kita mengantisipasi bahwa kita akan belajar banyak tentang keseluruhan Mars? Tentu saja. Apakah kita tahu persis apa yang akan terjadi? Tidak ada petunjuk. Tapi kita akan belajar lebih banyak daripada yang kita ketahui sekarang tentang lingkungan Mars," terang ilmuwan dari MSL, Pam Conrad.
Curiosity akan menempuh perjalanan sejauh 570 juta km dan diharapkan dia bisa bertahan selama 2 tahun atau lebih.
(nvc/nwk)











































