Menteri Pertahanan Uruguay, Eleuterio Fernandez Huidobro, menyatakan pihaknya tengah melakukan investigasi menyeluruh atas hal tersebut.
"Protes resmi atas tuduhan penyerangan telah diajukan oleh seorang diplomat wanita yang tinggal di Kongo terhadap seorang perwira militer kami, dan investigasi awal telah dilakukan, bahkan kami telah memulai investigasi menyeluruh atas permasalahan tersebut," jelas Huidobro seperti dilansir AFP, Kamis (24/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi. Awal September lalu, tentara militer Uruguay yang bertugas dalam misi perdamaian di Haiti juga dikenai tuduhan pemerkosaan terhadap warga sipil. Lima tentara Uruguay pun telah dijebloskan ke penjara oleh pengadilan militer atas tuduhan melanggar perintah dan melalaikan tugas. Hal ini diketahui setelah foto-foto mereka yang sedang melakukan pelecehan seksual kepada pemuda Haiti berumur 18 tahun terkuak ke publik.
Atas hal tersebut, Presiden Uruguay Jose Mujica meminta maaf secara langsung kepada rakyat Haiti atas perilaku yang memicu kemarahan publik tersebut.
(nvc/vit)











































