Akhirnya, Presiden Yaman Setujui Rencana Pengunduran Diri

Akhirnya, Presiden Yaman Setujui Rencana Pengunduran Diri

- detikNews
Rabu, 23 Nov 2011 15:03 WIB
Akhirnya, Presiden Yaman Setujui Rencana Pengunduran Diri
Sanaa - Akhirnya setelah terus-terusan didemo rakyatnya, Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh bersedia untuk menandatangani rencana pengunduran dirinya sesuai kesepakatan Dewan Kerja Sama Teluk. Penekenan itu akan dilakukan di Riyadh, Arab Saudi. Ini berarti tak lama lagi Saleh akan menyerahkan kekuasaannya.

"Seremoni penandatanganan akan terjadi hari ini di Riyadh," kata utusan PBB untuk Yaman, Jamal Benomar kepada kantor berita AFP, Rabu (23/11/2011).

Rencana damai tersebut telah diteken oleh oposisi Yaman pada April lalu. Kesediaan Saleh cukup mengejutkan mengingat selama beberapa bulan ini pemimpin veteran itu menolak untuk menekennya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nantinya pihak oposisi dan kubu Saleh juga akan menandatangani rencana damai PBB yang menetapkan mekanisme untuk melaksanakan rencana Dewan Kerja Sama Teluk. Dalam perjanjian Teluk itu, Saleh akan menyerahkan kekuasaan ke wakilnya, Abdrabuh Mansur Hadi dan sebagai imbalan, Saleh akan mendapatkan kekebalan dari proses hukum.

Menurut stasiun televisi Yaman, Saleh saat ini telah tiba di Riyadh untuk seremoni penandatanganan tersebut.

Rencana damai tersebut diajukan oleh Dewan Kerja Sama Teluk yang terdiri dari enam negara termasuk Arab Saudi. Penandatanganan ini secara efektif akan mengakhiri kekuasaan Saleh yang telah berlangsung 33 tahun di Yaman.

Sebelumnya Saleh telah berulang kali menolak meneken gagasan Teluk yang dirancang untuk menghentikan krisis di Yaman tersebut. Pergolakan di Yaman yang telah berlangsung 10 bulan itu telah menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan orang.


(ita/fay)


Berita Terkait