"Seremoni penandatanganan akan terjadi hari ini di Riyadh," kata utusan PBB untuk Yaman, Jamal Benomar kepada kantor berita AFP, Rabu (23/11/2011).
Rencana damai tersebut telah diteken oleh oposisi Yaman pada April lalu. Kesediaan Saleh cukup mengejutkan mengingat selama beberapa bulan ini pemimpin veteran itu menolak untuk menekennya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut stasiun televisi Yaman, Saleh saat ini telah tiba di Riyadh untuk seremoni penandatanganan tersebut.
Rencana damai tersebut diajukan oleh Dewan Kerja Sama Teluk yang terdiri dari enam negara termasuk Arab Saudi. Penandatanganan ini secara efektif akan mengakhiri kekuasaan Saleh yang telah berlangsung 33 tahun di Yaman.
Sebelumnya Saleh telah berulang kali menolak meneken gagasan Teluk yang dirancang untuk menghentikan krisis di Yaman tersebut. Pergolakan di Yaman yang telah berlangsung 10 bulan itu telah menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan orang.
(ita/fay)










































