Di apartemen tersebut, polisi menemukan heroin yang harganya ditaksir mencapai 4 juta ringgit (sekitar Rp 11,4 miliar). Ini disebut-sebut sebagai penyitaan heroin terbesar di Penang.
Dalam penggerebekan itu, polisi juga menyita uang tunai, beberapa kendaraan serta pistol-pistol dan amunisi. Bahan-bahan kimia dan peralatan yang digunakan untuk pembuatan narkoba juga ditemukan di kondominium tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wanita hamil itu bukan cuma membahayakan kesehatannya namun juga bayi dalam kandunganya karena bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan narkoba sangat berbahaya," kata Abdul Rahim kepada wartawan seperti dilansir harian Malaysia, The Star, Rabu (23/11/2011).
Kedua wanita itu akan terus ditahan selama proses hukum berlangsung. Jika terbukti bersalah keduanya terancam hukuman mati.
Belakangan ini sindikat-sindikat narkoba di Malaysia menggeser operasi mereka ke apartemen-apartemen mewah guna menghindari kecurigaan. Polisi kini terus memburu para anggota sindikat lainnya yang masih berkeliaran.
(ita/ita)










































