"Saya waktu itu berdiri di tengah-tengah kerumunan ketika polisi mulai bergerak," kata wanita berumur 19 tahun itu.
"Saya berteriak 'saya hamil, saya hamil. Biarkan saya lewat. Saya berusaha menjauh," tutur Fox seperti dilansir News.com.au, Rabu (23/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut harian The Stranger, saat itu Fox langsung dibawa ke rumah sakit. Dokter pun melakukan pemeriksaan janin dan tidak menemukan adanya masalah pada janin. Namun beberapa hari kemudian Fox kembali ke rumah sakit karena mengalami keram perut dan muntah-muntah. Saat itu para dokter mengatakan bahwa mereka tak bisa mendeteksi detak jantung janin dan menyebutkan Fox telah mengalami keguguran.
"Mereka bilang itu akibat tendangan dan karena semprotan merica masuk juga ke janin," tutur Fox kepada The Stranger.
Kepolisian Seattle telah memulai penyelidikan resmi atas kejadian tersebut. "Kami tahu soal klaim bahwa seorang wanita hamil yang mengikuti aksi demo Occupy Seattle pada 15 November telah mengalami keguguran," kata juru bicara kepolisian Seattle.
"Sejalan dengan prosedur standar, Kantor Akuntabilitas Profesional telah memulai investigasi internal untuk menyelidiki masalah itu lebih jauh," imbuhnya.
(ita/ita)











































