"Kami dapat memastikan bahwa ada 3 warga negara AS yang ditahan terkait aksi protes. Kami telah meminta akses konsuler untuk mereka. Kami harap akses tersebut bisa tersedia, besok. Kedutaan kami telah melakukan kontak dengan otoritas Mesir sepanjang hari ini," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Victoria Nulland, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (22/11/2011).
Mengenai kondisi ketiga warga negara AS tersebut, Nuland mengaku pemerintah belum memiliki informasi lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan Daily Mail, identitas ketiga mahasiswa tersebut telah diketahui. Mereka adalah Derrick Sweeney (19), seorang mahasiswa Universitas Georgetown asal Jeffreson City, Missouri; Gregory Porter (19), seorang mahasiswa Universitas Drexel asal Glenside, Pennsylvania; dan Luke Gates (21), seorang mahasiswa Universitas Indiana asal Bloomington, Indiana. Mereka tengah menempuh studi satu semester di Universitas Amerika di Kairo untuk mengembangkan kemampuan bahasa Arab mereka.
Sekitar puluhan ribu orang melakukan aksi unjuk rasa di Tahrir Square, Kairo, sejak Jumat (18/11), lalu. Aksi ini mendesak militer Mesir untuk menyerahkan kekuasaan yang dipegangnya sejak Husni Mubarak lengser kepada otoritas sipil.
Aksi ini telah memakan korban tak sedikit. Sejak bentrokan antara pendemo dengan polisi pecah pada Sabtu (19/11), sedikitnya 33 orang tewas dan sekitar 1.700 orang lainnya luka-luka.
Yang terbaru, Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) yang memegang kekuasan pemerintahan di Mesir akhirnya bersuara menyikapi aksi ini. Pemerintahan militer berjanji akan menyerahkan kekuasaan secepatnya melalui sebuah referendum. Dewan juga menjanjikan akan menggelar pemilu parlemen sesuai jadwal yakni 28 November mendatang. Sementara pemilu presiden akan digelar pada akhir Juni 2012.
(nvc/irw)











































