Menurut organisasi HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, seperti dilansir Reuters, Rabu (23/11/2011), di antara para korban tewas pada Selasa, 22 November tersebut adalah empat bocah yang tewas ditembak pasukan Suriah di dekat sekolah di Kota Houla. Ada pula seorang anak berumur 12 tahun yang tewas ditembak dalam aksi protes di Kota Deir al-Zor, Suriah timur.
Empat tentara desertir tewas ketika pasukan Suriah menggempur sebuah peternakan tempat mereka bersembunyi di Kota Deraa, Suriah selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sulit untuk mengkonfirmasi pembunuhan tersebut secara independen. Sebabnya, otoritas Suriah telah melarang banyak media independen meliput di negeri itu.
Sebuah rekaman video yang diposting di YouTube memperlihatkan salah satu dari anak-anak yang tewas tersebut, Abdelqader Maher Arslan, tergeletak di lantai sebuah rumah di Houla. Pada tubuh bocah tersebut ada luka tembakan dan dirinya dikelilingi oleh anggota keluarganya.
Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan, sekitar 3.500 orang telah tewas sejak aksi demonstrasi besar-besaran terjadi di Suriah pada Maret lalu. Para demonstran gigih menuntut pengunduran diri Presiden Assad. Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda Assad akan mundur. Assad malah terus memerintahkan penggunaan senjata untuk memerangi para demonstran yang disebutnya sebagai kelompok-kelompok bersenjata.
(ita/vit)











































