Sidang kali ini mengadili Nuon Chea, yang juga dikenal sebagai "Saudara nomor dua". Dalam persidangan, jaksa memutarkan video pembunuhan pada tahun 1970 di mana saat itu Nuon melakukan pembunuhan orang yang dianggap sebagai musuh dan tidak setia.
Seperti yang diberitakan Aljazeera, Selasa (22/11/2011), Nuon menyaksikan video tersebut tanpa ekspresi. "Jika para pengkhianat masih hidup, Khmer sebagai masyakarat telah habis jadi saya berani mengusulkan bahwa tindakan tersebut sudah benar," terang Nuob kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaksa sidang, Andrew Cayley, dalam penjelasannya menyebut tidak hanya menyalahkan Pol Pot sebagai pemimpin Khmer Merah yang telah menewaskan sekitar dua juta orang. "Pada hari ini, Nuon Chea menegaskan bahwa orang yang mereka bunuh adalah musuh atau pengkhianat," kata Cayley.
Mendengar tuduhan Clyale, Nuon segera membantahnya. Nuon menyebut tuduhan terhadap dirinya adalah palsu.
"Apa pun yang telah ditunjukkan dalam dakwaan tidak benar. Posisi saya dalam revolusi adalah untuk melayani kepentingan bangsa dan rakyat," tegas Nuon.
(fiq/vit)











































